Sabtu, 30 Juni 2012
Khayalan
Terdengarkah aku di benakmu? Sekali? Atau dua kali? Ah, berkhayal apa aku ini? Baik-baik, aku salah, aku salah telah berkhayal begitu tinggi.
Aku mengerti. Kebahagiaanmu adalah dengan mempermainkan semua wanita. Aku begitu paham dari titik manapun. Mungkin, dari semua yang pernah terkena hasutan tipuanmu itu, hanya aku satu-satunya orang yang mengerti semuanya. Seluk belukmu, masalahmu, ceritamu, senangmu, tangismu dan tawamu.
Ya, sadarlah, aku masih berpaku pada instrumen-instrumen dengan khayalan indah yang berasal darimu. Haruskah aku meletakkan pakuanku ini padamu? Ya! Memang seharusnya seperti itu, karena kamu penyebab semua ini!
Cukup sudah denganmu, tapi maaf, lelahku itu bukan berarti sihir yang dapat membuatku dengan kilat melupakanmu. Biasakanlah hidup dengan banyak orang yang menunggumu, termasuk aku.
Langganan:
Postingan (Atom)