Aku mencintaimu bersama rintik hujan di bumi ini,
bukan berarti ketika hujan tidak turun maka aku berhenti mencintaimu. Aku
selalu mencintaimu seperti hujan yang tidak pernah berhenti menurunkan
rintiknya, aku selalu mempunyai jalan kecil sebagai alasan aku mencintaimu, seperti
hujan yang selalu mempunyai jalan untuk mendaur ulang air di bumi; dari tanah,
dari laut dan dari tumbuhan, kamu adalah hujan tersendiri untukku.
Rabu, 26 Juni 2013
Aku memang bukan yang pertama yang pernah bertemu denganmu,
bukan pula yang pertama memberimu senyuman. Aku tidak pernah berharap itu
adalah aku. Sebaliknya denganmu, aku mengerti dan akan selalu berusaha untuk
tidak mengharapkan itu darimu. Saat ini hanya dua hal yang aku sadari. Kamu ada di setiap
aku benar-benar ingin bertemu denganmu, dan sekarang kamu perlahan berubah
seperti bayi yang akan dilahirkan, lambat tapi menyisakan luka.
Senin, 17 Juni 2013
what happen
Kenapa setiap sebuah harapan selalu menjauh. Kenapa semua yang aku inginkan selalu pergi secara perlahan. Ketika aku mengharapkan sebuah hal yang lebih dari sekedar 'nyaman', justru aku mendapatkan hal yang tidak ingin aku terima, kehilangan. Hal yang tidak pernah diinginkan oleh siapapun termasuk aku.
Tapi, kesadaran sangat diperlukan dalam hal ini, nothing last forever. Terkadang kehilangan itu justru hilang, tapi terkadang kehilangan itu datang. Dan, cara yang paling mudah untuk melepaskan kehilangan adalah bagaimana mengisi kehilangan itu.
Sayangnya, aku bukanlah orang yang pandai mengisi kehilangan. Bukan seseorang yang pandai menguatkan batinnya untuk berjuang melawan kehilangan, dan bukan orang yang cukup pandai untuk memahami arti kata 'nothing last forever'. Aku juga bukan orang yang begitu mudahnya berperang dengan memori, dan menggantinya dengan memori yang baru.
Mungkin, hingga detik dimana aku menulis ini, aku belum sepenuhnya rela akan kehilangan itu, kehilangan sosok yang benar-benar berhasil membuatku takluk, takluk karena semua hal darinya yang membuatku merasa ajaib saat berada di dekatnya.
Belum bisa ku ingkari, salah satu alasan dari beribu-ribu alasan mengapa aku berani mengambil langkah untuk mulai mengagumimu adalah, kamu mampu membuatku merasa diindahkan. Dan, itu hanya kamu, seseorang yang telah menghilang.
Hiperbolanya adalah, kamu seperti mentari yang selalu menyinariku hingga membuatku buta akan segala hal di dunia, bahkan aku lupa kapan terakhir kamu membuatku merasa seperti itu, membuatku merasa, kamu dan aku adalah kita yang sedang memulai.
Entah karena apa, aku selalu mempunyai alasan untuk tetap mengagumimu.
Entah karena aku bodoh, atau aku terlalu tulus untuk ini.
Aku selalu percaya, suatu saat nanti, you will know how much i love you, dan seberapa besar keberanianku untuk mencintaimu ketika, dia, dan mereka, membenci itu.
Kamu akan memahami, bahwa langkah yang kamu lakukan untuk membuatku merasa kehilangan kamu adalah langkah bodoh yang dilakukan balita.
Aku tidak pernah peduli apa yang mereka katakan tentang rasa ini.
Aku tidak akan pernah bisa melepas semua ini setelah semua yang kita lewati.
I don't care what they said about me or us,
I just want you know,
I will wait for you,
No matter what you have to do.
Minggu, 02 Juni 2013
Sesuatu hal yang benar-benar indah bukan dilihat dari seberapa besar senyuman, tetapi seberapa besar pengorbanan kita untuk mendapatkan apa yang kita sebut indah.
Ingatlah, beberapa orang benar-benar menginginkan keindahan di hidupnya, something better. Tapi satu dari sepuluh orang yang berkeinginan kuat untuk meraih keinginannya saja yang dapat benar-benar merasakan, this is life, every moment he/she take is the best, cause he/she's knows that life is once.
Sayangnya, satu dari sepuluh orang itu bukanlah aku.
Aku yang selalu menganggap semua moment dihidupku hanyalah sebuah kebetulan belaka.
Aku yang selalu berharap tanpa melakukan sebuah tindakan.
Aku pemimpi yang memiliki begitu banyak angan, dan semuanya tidak realis.
Yap, I'm a dreamer.
Setiap malam aku merangkai apa yang ku sebut mimpi, dengan sangat mudah. Dengan sebuah sentuhan kecil, aku dapat merasakan, bagaimana senangnya aku jika mimpiku malam ini berubah menjadi sebuah kenyataan? Itulah alasanku untuk tetap tersenyum hingga saat ini. Aku percaya apa yang aku mimpikan hari ini adalah kenyataan esok hari.
Hingga akhirnya, aku berkata pada diriku sendiri. Will you stop your dream and make it better, like maybe you'll make your dreams come true?. I want it. Always.
Tapi.
Apa yang aku lakukan, in the fact, itu selalu membuatku semakin buta akan sebuah hal yang lebih baik.
Semakin menjauhkanku dari apa yang sebenarnya aku inginkan.
Semakin terpuruk dalam langkahku untuk mewujudkan mimpiku.
Hingga aku berada di derajat yang berbeda dengan mimpiku.
Atau hanya aku yang tidak akan pernah menemukan hal yang lebih baik dari ini?
Atau bahkan, aku hanya dapat merasakan indah jika aku bermimpi?
Lets dream again, putri. You just dont care with everypeople said about you.
Just dream it, and try it if you can.
Ingatlah, beberapa orang benar-benar menginginkan keindahan di hidupnya, something better. Tapi satu dari sepuluh orang yang berkeinginan kuat untuk meraih keinginannya saja yang dapat benar-benar merasakan, this is life, every moment he/she take is the best, cause he/she's knows that life is once.
Sayangnya, satu dari sepuluh orang itu bukanlah aku.
Aku yang selalu menganggap semua moment dihidupku hanyalah sebuah kebetulan belaka.
Aku yang selalu berharap tanpa melakukan sebuah tindakan.
Aku pemimpi yang memiliki begitu banyak angan, dan semuanya tidak realis.
Yap, I'm a dreamer.
Setiap malam aku merangkai apa yang ku sebut mimpi, dengan sangat mudah. Dengan sebuah sentuhan kecil, aku dapat merasakan, bagaimana senangnya aku jika mimpiku malam ini berubah menjadi sebuah kenyataan? Itulah alasanku untuk tetap tersenyum hingga saat ini. Aku percaya apa yang aku mimpikan hari ini adalah kenyataan esok hari.
Hingga akhirnya, aku berkata pada diriku sendiri. Will you stop your dream and make it better, like maybe you'll make your dreams come true?. I want it. Always.
Tapi.
Apa yang aku lakukan, in the fact, itu selalu membuatku semakin buta akan sebuah hal yang lebih baik.
Semakin menjauhkanku dari apa yang sebenarnya aku inginkan.
Semakin terpuruk dalam langkahku untuk mewujudkan mimpiku.
Hingga aku berada di derajat yang berbeda dengan mimpiku.
Atau hanya aku yang tidak akan pernah menemukan hal yang lebih baik dari ini?
Atau bahkan, aku hanya dapat merasakan indah jika aku bermimpi?
Lets dream again, putri. You just dont care with everypeople said about you.
Just dream it, and try it if you can.
Langganan:
Postingan (Atom)