Jumat, 25 Januari 2013

Labil

Kita emang pernah sama-sama belajar kelam akan takut kehilangan, kan? Tapi kenapa waktu aku harus terima kenyataannya, waktu kamu jauh, kelam, hilang, aku ngga siap. Ngga siap buat kehilangan kamu, tapi aku diam. Karena pada akhirnya, ketika aku mengungkap hal, satu alasanmu adalah, kamu adalah masa laluku. Dengan mudah kamu menganggapnya, seiring waktu, aku ngga semudah itu ngucapin itu.

Kamu sudah melalui beberapa hal yang menurutmu indah. Sedangkan aku? Masih mengindahkanmu. 

Many people said that I'm a childish but I think I'm so buntu.

Kenapa? Soalnya kamu ngga pernah ngerasain gimana hilangnya seseorang yg kamu sayang.

Kamu cuma ngajarin aku gimana takut kehilangan, bukan cara untuk mempermudah melupakan. 

Aku lelah memperindah kata-kata buat kamu. Lelah berangan untuk menjadi seorang penulis dan merangkai semua tentangmu di dalam 300 halaman. Aku lelah berpura-pura tegar. 

padahal, aku selalu kecewa. 

Dan, aku selalu terbangun oleh pikiran ini. 

Kenapa semua hal yg kamu lakukan pada akhirnya selalu buat aku kecewa?

Apa aku yang selalu berpikir negatif, atau memang semua tingkahmu selalu seperti itu dimataku? tapi aku tahu, ada rasa bahagia di kamu saat kamu bikin aku kecewa, iya kan, ngaku?

Aku paham.................

Kamu paling bener, aku paling labil......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar